Senin, 01 April 2019

PEMBERDAYAAN EKONOMI KREATIF


1.     
a.       Pengertian
Istilah pemberdayaan (empowerment), menurut Ginanjar Kartasasmita pemberdayaan adalah upaya untuk membangun daya (masyarakat) dengan mendorong, memotivasi, dan membangkitkan kesadaran akan akan potensi serta berupaya untuk mengembangkan.[1]Sedangkan menurut Wuraji yang dikutip oleh Azis pemberdayaan adalah sebuah proses penyadaranmasyarakat yang dilakukan secara transformative, partisipatif dan berkesinambungan melalui peningkatan kemampuan dalam menangani berbagai persoalan dasar yang dihadapi dan meningkatkan kondisi hidup sesuai dengan harapan.[2]
Dengan kata lainpemeberdayaan merupakan sebuah proses dan tujuan. Sebagai proses, pemberdayaan adalah srangkaian kegiatan untuk memperkuat kekuasaan atau keberdayaan kelompok lemah dalam masyarakat, termasuk individu-individu yang mengalami kemiskinan. Sedangkan sebagai tujuan, maka pemberdayaan menujuk pada keadaan atau hasil yang ingin dicapai oleh sebuah perubahan sosial.[3]
Dari beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengertian pemberdayaan adalah upaya yang dilakukan melalui serangkaian kegiatan, untuk memperkuat keberdayaan kelompok lemah yang terdapat di masyarakat agar dapat mencapai kehidupan yang lebih baik.
b.      Ekonomi Masyarakat
Dalam konteks permasalahan sederhana, ekonomi rakyat merupakan strategi” bertahan hidup” yang dikembangkan oleh penduduk masyarakat miskin, baik di kota maupun di desa.[4] Meningkatkan kesejahteraan, ekonomi dapat diartikan sebagai upaya dalam mengelola rumah tangga. Tujuannya adalah untuk memnuhi kebutuhan hidup melalui tiga kegiatan utama yaitu: produksi, distribusi, dan konsumsi. Pemenuhan hidup dengan kendala terbatasnya sumber daya, erat kaitannya dengan upaya meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan.[5]
Produksi, distribusi dan konsumsi, merupakan rangkaian kegiatan yang berlangsung secara terus-menerus dan sering disebut sebagai proses yang berkesinambungan, proses ini berjalan secara alamiah sejalan dengan perkembangan masyarakat dibidang sosial, ekonomi, budaya dan politik. Secara ekonomi, proses alamiah yaitu bahwa yang menghasilakan (produksi) harus menikmati (konsumsi), dan sebaliknya yang menikmati harus yang menghasilkan.
Dengan demikian pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat yang dengan secara swadaya mengelola sumber daya apapun yang dapat dikuasainya, dan ditunjukan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dan keluarganya.[6] Upaya pembangunan ekonomi masyarakat mengarah pada perubahan struktur yaitu memperkuat kedudukan dan peran ekonomi rakyat dalam perekonomian nasional.
2.      Tujuan pemberdayaan masyarakat
Pemberdayaan adalah sebuah proses dan tujuan. Sebagai tujuan maka pemberdayaan menunjuk pada keadaan atau hasil yang ingin dicapai oleh sebuah perubahan sosial, yaitu masyarakat yang berdaya, memiliki kekuasaaan atau mempunyai pengetahuan dan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya baik yang bersifat fisik, ekonomi maupun sosial seperti memiliki kepercayaan diri, mampu menyampaikan aspirasi, mempunyai mata pencaharian, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, dan mandiri dalam melaksanakan tugas-tugas kehidupannya. Pengertian pemberdayaan sebagai tujuan seringkali digunakan sebagai indikator keberhasilan pemberdayaan sebuah proses.[7]  
3.      Proses Pemberdayaan Masyarakat
Sebagai suatu proses, pemberdayaan merupakan proses yang berkesinamabungan sepanjang hidup seseorang (on going) dan sepanjang komunitas itu masih ingin melakukan perubahan dan perbaikan, dan tidak  hanya terpaku pada suatu program saja. Sebaga suatu program, pemberdayaan dilihat dari tahapan-tahapan kegiatan guna mencapai suatu tujuan, yang biasanya sudah ditentukan jangka waktunya.[8]
Tahapan pemberdayaan merupakan salah satu langkah dimana lembaga melakukan kegiatan pemberdayaan terhadap komunitas atau masyarakat disekitarnya. Tahapan pemberdayaan masyarakat seperti yang diungkapkan oleh Nana Mintarti yaitu:
a.       Penyadaran
b.      Pengorganisasian
c.       Kaderisasi
d.      Dukungan Teknis
e.       Pengelolaan sistem
Tahapan pemberdayaan ini akan berjalan dengan baik bila adanya dukungan dari pihak-pihak internal dan eksternal seperti dukungan dari para anggota bang sampah, masyarakat disekitar desa Kemplong, pihak RT/RW, pihak kelurahan hingga pemerinta kabupaten pekalongan, karena untuk menciptakan masyarakat yang terberdaya membutuhkan dukungan dari semua pihak.
4.      Strategi Pemberdayaan Masyarakat
Upaya pemberdayaan masyarakat merupakan tuntutan utama pembangunan, ini terkait dengan teori sumber daya manusi yang memandang mutu penduduk sebagai kunci utama pembangunan.[9]
Dalam konteks pekerjaan sosial, pemberdayaan dapat dilakukan melalui tiga aras atau matra pemberdayaan (empowerment setting): mikro, mezzo dan makro.
a.       Aras Mikro
Pemberdayaan dilakukan terhadap klien secara individu melalui bimbingan, konseling, strees management crisis intervension. Tujuan utamanya adalah membimbing atau melatih klien dalam menjalankan tugas-tugas kehidupannya. Model ini sering disebut sebagai pendekatan yang berpusat pada tugas.
Pemberdayaan pada aras mikro ini lebih kepada membimbing dan melatih masyarakat untuk menjalankan tugas-tugas kehidupan. Dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan daur ulang sampah plastik di bank sampah ini bertujuan untuk membimbing dan melatih masyarakat agar dapat melakukan tugas-tugas daur ulang secara mandiri.
b.      Aras Mezzo
Pemberdayaan dilakukan terhadap kelompok klien. Pemberdayaan dilakukan dengan menggunkan kelompok sebagai media intervensi. Pendidikan dan pelatihan, dinamika kelompok biasanya digunakan sebagai strategi dalam meningkatkan kesadaran, pengetahuan, keterampilan dan sikap-sikap klien agar memiliki kemampuan memecahkan permasalahan yang dihadapinya.  
c.       Aras Makro
Pendekatan ini disebut juga sebagai strategi sistem besar, karena sasaran perubahan diarahkan pada sistem lingkungan yang lebih luas. Perumusan kebijakan, perencanaan sosial, kampanye
           




[1] Ginanjar Kartasasmita, Pembangunan untuk rakyat: Memadukan pertumbuhan dan pemerataan, (Jakarta: PT. Pustaka Cidesindo, 1996), hlm. 145.
[2] Azis Muslim, Metodologi pengembangan masyarakat, (Yogyakarta: Teras, 2009), hlm. 3
[3] Ibid, hlm 59-60
[4] Mubyarto, Ekonomi rakyat dan program IDT, (Yogyakarta: Aditya Media, 1996), hlm. 4
[5] Gunawan Sumodiningrat, “Membangun perekonomian rakyat, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998), hlm. 24
[6] Op Cit. Hlm. 1
[7] Salam syamsir dan Fadhilah amir, Sosiologi Pedesaan, (Jakarta: Lembaga penelitian UIN Syarif Hidayatullah), hlm.233
[8] Isbandi Rukmito Adi, Pemikiran-pemikiran dalam pembangunan kesejahteraan sosial, (Jakarta: Lembaga Penernit FE-UI, 2002), HLM. 171-172
[9] Edi Suharto, Membangun Masyarakat Memberdayakan rakyat, (Bandung: PT Refika Aditama), hlm. 66

Tidak ada komentar:

Posting Komentar