Senin, 01 April 2019

HADIS QOULI



A.     Pengertian Hadis Qauli
Yang dimaksud dengan hadis qauli adalah segala yang disandarkan kepada Nabi SAW yang berupa perkataan atau ucapan. Dengan kata lain, hadis qauli adalah hadis berupa perkataan atau ucapan Nabi SAW yang memuat berbagai maksud syara’, peristiwa dan keadaan, baik yang berkaitan dengan aqidah, syari’ah, akhlak maupun yang lainnya.[1]

B.  Contoh Hadis Qauli
Di antara contoh hadis qauli ialah hadis tentang doa Rasul SAW yang ditujukan kepadayang mendengar, menghafal, dan menyampaikan ilmu. Hadis tersebut berbunyi :

نضر ا لله ا مرا سمع منا حدىثا فحفظه حتى ىبلغه غىر ه فا نه ر ب حا مل فقه لىس بفقىه و ر ب حا مل فقه ا لى من هو ا فقه منه ثلا ث خصا ل لا ىهل علىهن قلب مسلم ا بد ا اخلا ص ا لعمل لله و منا صحة ولاة الا مر و لز و م ا لجما عة فا ن د عو تهم تحىط من و ر ا ىهم ( رواه احمد)

“Semoga Allah SWT memberi kebaikan kepada orang yang mendengarkan perkataan dariku kemudian menghafal dan menyampaikannya kepada orang lain, karena banyak orang berbicara mengenai fiqh padahal ia bukan ahlinya. Ada tiga sifat yang karenanya tidak akan timbul rasa dengki dihati seorang muslim, yaitu ikhlas beraamal semata-mata kepada Allah SWT, menasehati, taat dan patuh kepada pihak penguasa; dan setia terhadap jama’ah. Karena sesungguhnya doa mereka akan memberikan motivasi (dan menjaganya) dari belakang”. ( HR. Ahmad)

Contoh lain hadis tentang bacaan al-Fatihah dalam shalat, yang berbunyi :

لا صلا ة لمن لم ىقر ا بفا تحة ا لكتا ب ( رواه مسلم)

“Tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca Fatihah Al-Kitab”. (HR. Muslim)[2]

Contoh lain hadis tentang kecaman Rasul kepada orang-orang yang mencoba memalsukan hadis-hadis yang berasal dari Rasulullah SAW.,
ا ن ا بى هر ىر ة قا ل : قا ل ر سو ل ا لله صل ا لله علىه و سلم : من كذ ب
 على  متغمدا ا فلىتبو امقغده من ا لنر (رواه مسلم )

Dari Abu Hurairah r.a , Rasulullah SAW. Bersabda, “Barang siapa yang sengaja berdusta atas diriku, hendaklah ia bersiap-siap menempati tempat tinggalnya di neraka.” (H.R. Muslim)[3]

Contoh lain hadis qauli, yang berbunyi :

خىر كم من تعلم  ا لقر ا ن و علمه (رواه البخا رى)

“Sebaik-baiknya kalian adalah yang belajar al-Quran dan yang mengajarkannya.” (H.R. Bukhari)[4]

“Saya mendengar Umar Ibn al-Khatab r.a ,berkata diatas  mimbar, saya mendengar Rasulullah SAW berkata :

قال : سمعترسو ل ا لله صلى ا لله علىه و سلم ىقول : " ا نما ا لا عما ل با ا لنىا ت و ا نما لكل ا مر ى ما نوى فمن كا نت هجرته الى دنىا ىصىبها اوا لى اهراة ىنكعها فحجر ته ا لى ما ها جر ا لىه "

‘Sesunggguhnya segala amal perbuatan itu tergantung niatnya, dan seorang itu diberikan balasan sesuai dengan niatnya, maka barang siapa yang hijrahnya karena dunia maka dia hanya mendaaptkan itu, atau (Barang siapa yang hijrahnya) karena wanita, yang akan dinikahinya, maka hijrahnya hanya mendapatkan itu (tudak mendapatkan pahala)’.”[5]

لا و صىة لوا رث ( رواه الدرقطنى عن جبر )

“Tidak ada wasiat (tidak boleh diwasiatkan) untuk orang yang menerima pusaka (warisan)”. (HR. Ad-Daruquthny dari Jabir)[6]
حد ثنا محمد بن عبدالله بن نمىر الهمدانى حدثنا ابوخالد ىعنى سلىما ن بن حىا ن الا حمر عن ا بى ما لك الا شجعى عن سعد بن عبىدة عن ابن عمر عن ا لنبى صلى ا لله علىه و سلم قا ل بنى الا سلا م على خمسة على ان ىو حد ا لله و ا قا م ا لصلا ة واىتا ء الز كا ةوصىا م رمضا ن والحج فقال رجل الحجوصىام رمضا ن قا ل لا صىام رمضان والحج هكذا سمعته من ر سول الله صلى الله علىه وسلم
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Numair al-Hamdani telah menceritakan kepada kami Abu Khalid yaitu Sulaiman bin Hayyanal-Ahmar dari Au Malik al-Asyja’i dari Sa’ad binUbaidah dari dari Ibnu Umar dari Nabi SAW, beliau bersabda : “Islam dibangun di atas lima dasar : yaitu agar Allah diesakan, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan dan haji.” Seorang laki-laki bertanya, ‘apakah haji dan (lalu)pusaRamadhan.’ Beliau menjawab : “Tidak, puasa Ramadhan dan (lalu) haji.’ Demikianlah aku mendengarnya dari Rasulullah SAW.”[7]





















BAB III
SIMPULAN DAN SARAN

A.    Simpulan
      Yang dimaksud dengan hadis qauli adalah segala yang disandarkan kepada Nabi SAW yang berupa perkataan atau ucapan dalam berbagai bidang aqidah, syari’ah, akhlak maupun yang lainnya. Di antara salah satu contoh hadis qauli ialah hadis tentang doa Rasul SAW yang ditujukan kepada yang mendengar, menghafal, dan menyampaikan ilmu.

B.     Saran
      Kita sebagai pelajar jangan hanya menjadikan kitab hadis sebagai buku hiasan saja atau buku pelengkap referensi, tetapi hendaklah kita baca, kita maknai dan ditafsiri dengan baik dan selanjutnya diamalkan dengan segenap kemampuan.











[1] Drs. Munzeir Suparta M.A. , Ilmu Hadis, (Jakarta : PT Raja Gafindo Persada), 2002, hlm.18

[2] Drs. Munzeir Suparta M.A. , Ilmu Hadis, (Jakarta : PT Raja Gafindo Persada), 2002, hlm.19

[3]Drs. M. Solahudin, M.Ag. & Agus Suryadi, Lc. M.Ag. , Ulumul Hadis, (Bandung : CV. Pustaka Setia), 2009, hlm.181
[4] Drs. H. Ahmad Izzan M.Ag. & Saifudin Nur, M.Ag. , Ulumul Hadis, (Bandung : Tafakur), 2011, hlm.21


[5] www.jembermu.com/2016/09/pengertian-hadits-nabi.html?m=1
[6]Adinawas.com/contoh-contoh-hadits-qouliyah-filiyah-dan-taqririyah.html


[7]Rasulullah11.blogspot.com/2014/02/dibawah-ini-ada-contoh-hadits-qauliyah.html?m=1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar