Terkait dengan hubungan antara ormas dan partai politik Islam dan non-islam termasuk juga NU , Mar'i Muhammad mengatakan bahwa para aktivis HMI sering melakukan anjangsana kepada para tokohnya. Misal dengan Nu misalnya selain memang dekat dengan Subkhan ,Z.E para aktivis HMI juga sering ketemu dengan K.H Ahmad Dahlan, Saifuddin Zuhri dan Sebagainya.
Terkait dengan hubungan NU dan HMI Ridwan Saidi juga menguraikan " Takkala PB NU menunjuk Mahbub Junaid untuk memangku jabatan Ketua Umum PB PMII mahbub adalah anggota PB HMI dibawah kepemimpinan Buya Ismail Hasan. Mahbub bicara dengan Junaid tentang amanat PB NU , dan buya hanya manggut-manggut belaka. Urusan Islam begitu luas dan besar , niscaya di panggul HMI saja , maka perlu teman begitu kata Buya Ismail."
Hubungan PB NU dan PB HMI pun bagus belaka karena sejak didirikannya HMI menyatakan Independen. Sehingga Pemilu 55 HMI menganjurkan agar umat Islam mencoblos tanda gambar Partai Islam , Terserah Islam yang mana yang disukai.
Tidak sedikit pula Tokoh HMI yang berkiprah diparpol NU , Misalnya Zaidan Zohari, Sutanto Martoprasono. PB PMII dan PB HMI serta GP Ansor meartoprasono melepori Gerakan Muda Islam tahun 1964. Hubungan HMI dengan Subkhan sendiri memang Istimewa , dimana tokoh HMI berkoordinasi kepada tokoh Muda NU untuk melawan PKI.
Bahkan Adik Subkhan,Z.E Anisa Rohlah tertarik masuk HMI dan Menjadi Ketua Korps HMI Wati atau kohati yang pertama kali tahun 1966 ketika kongres di Solo.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar